Jumat, 16 Januari 2009

Sebuah Kisah Dalam Satu Nafas

angin berhembus menembus dalam
kala malam dipeluk kelam
hanya diam yang kian padam
nampak beku dalam karam
terbatas kata dalam tutur manis

Sebatas rasa yang mengiris
tebarkan harum bunga cinta-Mu
dalam semu fanaku

seanggun mentari kala senja menyapa
seindah bulan kala menghias malam
seperti itulah goresan senyum dalam tangis
hanya berdusta dalam kebohongan

adakah kelak kala bumi tiada
satu tawa yang tersisa
menghias semesta dalam duka
merangkul rasa yang terhapus masa

hanya diam membisu
hanya beku membatu
dalam kelam hatiku
merangkul erat nafas-Mu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar